pandangan filosofisnya yang disebut "Idealisme Imaterialis" atau sering disebut
"Subjektivisme".
Menurut Berkeley, segala sesuatu yang ada di dunia ini hanya ada dalam pikiran atau
kesadaran kita. Ia menolak pandangan bahwa benda-benda fisik yang kita lihat dan
sentuh itu memiliki eksistensi di luar pikiran kita. Menurutnya, benda-benda
tersebut hanyalah kumpulan pengalaman-pengalaman yang diperoleh oleh kita
melalui indra kita, dan tidak ada keberadaan di luar pikiran kita.
Berkeley mengembangkan pandangannya dengan menggunakan argumen-argumen
filosofis dan teologis. Ia berpendapat bahwa hanya ada dua jenis keberadaan yang
pasti, yaitu ide dan Tuhan. Ia mengklaim bahwa dunia luar yang kita lihat dan sentuh
hanyalah kumpulan ide-ide yang diciptakan oleh Tuhan dan dijaga oleh-Nya di dalam
pikiran kita. Oleh karena itu, semua benda-benda di dunia ini tidak memiliki
eksistensi sendiri di luar pikiran kita.
Pandangan Berkeley banyak dikritik oleh para filsuf lainnya, terutama karena
dianggap bertentangan dengan pengalaman empiris kita sehari-hari. Namun, ia tetap
dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dalam sejarah filsafat, terutama
karena kontribusinya dalam mempengaruhi perkembangan pemikiran filsafat dan
ilmu pengetahuan selanjutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar