Halaman

Senin, 06 Maret 2023

John Locke

John Locke adalah seorang filsuf Inggris abad ke-17 yang mempunyai pengaruh yang
besar dalam sejarah pemikiran Barat. Salah satu karyanya yang paling terkenal
adalah "An Essay Concerning Human Understanding" (Sebuah Esai tentang
Pemahaman Manusia), yang menjadi dasar dari pemikirannya tentang epistemologi.
Locke menolak konsep dari "tabula rasa" (papan tulis kosong) yang berpendapat
bahwa pikiran seseorang sejak awal lahir, dalam keadaan kosong dan diperoleh dari
pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari luar. Ia juga menolak pandangan
rasionalisme yang menganggap pikiran manusia memiliki pengetahuan a priori atau
pengetahuan bawaan yang telah ada sebelum pengalaman.
Menurut Locke, semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia dan
kemampuan alamiah manusia untuk memproses dan mengasimilasi pengalaman
tersebut. Ia membagi pengetahuan menjadi dua jenis: pengalaman luar dan
pengalaman dalam. Pengalaman luar berasal dari objek-objek yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dicium, sedangkan pengalaman dalam berasal dari pikiran dan
refleksi yang dibangkitkan oleh pengalaman luar tersebut.
Pemikiran Locke juga mempengaruhi bidang politik dan sosial, terutama dengan
konsepnya tentang hak-hak asasi manusia dan pemerintahan yang berdasarkan
persetujuan rakyat. Ia berpendapat bahwa setiap manusia dilahirkan dengan hak-hak
asasi seperti hak atas kebebasan, hak atas hidup, hak atas properti, dan lain-lain. Ia
juga berpendapat bahwa pemerintah harus berdasarkan persetujuan rakyat dan
diberi kekuasaan terbatas untuk melindungi hak-hak asasi manusia tersebut.
Karya Locke mempengaruhi banyak pemikir dan tokoh politik di masa selanjutnya,
termasuk para pendiri Amerika Serikat seperti Thomas Jefferson dan James Madison.
Ia juga dipandang sebagai salah satu tokoh utama dalam gerakan pemikiran
"Enlightenment" atau Pencerahan di Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar