Goethe dalam bagian yang sama dalam bukunya, "The Story of Philosophy", karena
keduanya dikenal sebagai tokoh-tokoh penting dalam gerakan Romantisisme di
Jerman pada abad ke-18 dan ke-19.
Herder dikenal sebagai seorang filsuf, teolog, dan kritikus sastra yang memainkan
peran penting dalam mengembangkan gagasan bahwa setiap budaya memiliki nilai
yang sama, dan bahwa keunikan setiap budaya harus dihargai. Herder percaya
bahwa bahasa dan kebudayaan adalah sarana terpenting untuk mengungkapkan
sifat manusia, dan dia menekankan pentingnya menghargai budaya-budaya yang
berbeda sebagai suatu bentuk kesetaraan manusia. Pandangan Herder ini
berpengaruh terhadap perkembangan nasionalisme Jerman dan gerakan-gerakan
lain di seluruh Eropa.
Goethe, di sisi lain, dikenal sebagai seorang penyair, novelis, dan ahli ilmu alam.
Karyanya yang terkenal termasuk novel "The Sorrows of Young Werther" dan drama
"Faust". Goethe juga terkenal sebagai penulis di bidang ilmu pengetahuan dan diakui
sebagai salah satu ilmuwan paling penting pada zamannya. Seperti Herder, Goethe
memandang manusia sebagai makhluk yang unik dan menekankan pentingnya
pengalaman individual. Dia juga menekankan pentingnya merangkul alam dan
menghargai keindahannya, dan dia percaya bahwa pengalaman alam dapat
membantu manusia untuk memahami alam batin mereka sendiri.
Kedua tokoh ini berkontribusi pada pengembangan Romantisisme di Jerman dan
Eropa, sebuah gerakan seni dan sastra yang menekankan emosi, keindahan, dan
pengalaman individual, serta menentang rasionalisme dan pengetahuan obyektif.
Herder dan Goethe dipandang sebagai tokoh-tokoh yang memperkenalkan
pandangan dunia yang lebih subyektif dan berkontribusi pada pengembangan
estetika dan humanisme modern.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar