bahwa tujuan akhir kehidupan manusia adalah untuk mencapai kebahagiaan dan
kesenangan. Namun, pandangan Epicurus tentang hedonisme berbeda dengan
pemahaman umum tentang hedonisme sebagai pencarian kesenangan fisik yang
sembarangan. Bagi Epicurus, kesenangan sejati hanya bisa dicapai melalui
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, dan tempat
tinggal yang memadai, serta kebebasan dari rasa takut dan ketakutan akan dewa
atau kematian. Epicurus juga memandang bahwa kebahagiaan hanya bisa dicapai melalui hidup
yang sederhana dan merdeka. Ia memandang bahwa kekayaan, kemasyhuran, dan
kekuasaan hanyalah hal-hal yang menimbulkan ketidakbahagiaan dan penderitaan.
Selain itu, Epicurus juga mengemukakan teori tentang atomisme, yaitu bahwa dunia
terdiri dari atom-atom yang tidak bisa dipecah lagi dan bergerak secara acak di ruang
hampa. Ia memandang bahwa atom-atom ini bertumbukan dan membentuk
berbagai macam bentuk dan benda di dunia.
Epicurus juga mengajarkan bahwa tidak ada kehidupan setelah kematian, dan bahwa
kematian hanyalah akhir dari segalanya. Namun, ia memandang bahwa
ketidakabadian jiwa bisa dicapai melalui kenangan-kenangan yang ditinggalkan dan
pengaruh yang diberikan selama hidup.
Meskipun pandangan-pandangan Epicurus dianggap kontroversial pada masanya,
namun kontribusinya dalam bidang etika, metafisika, dan kosmologi sangat
berpengaruh pada perkembangan filosofi dan ilmu pengetahuan di masa-masa
berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar