Istilah “metafisika†berasal dari bahasa Yunani, yang
berarti hal-hal yang berada sesudah/dibalik fisika. Istilah
ini dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang telaah
segala sesuatu secara mendalam atau sifat yang
terdalam dari kenyataan (ultimate natural). Bila
dibandingkan dengan ilmu fisika (mempelajari segala
benda fisik), ilmu biologi (mempelajari gejala-gejala
fisik makhluk hidup), maka metafisika mempelajari dan
membahas tentang keberadaan segala sesuatu benda
fisis dari segi hakekat yang terdalam
Metafisika ini dibagi menjadi tiga cabang yaitu: Ontologi, Kosmologi,
dan Antropologi. Ontologi membahas tentang sifat dasar dari kenyataan yang terdalam atau membahas azas-azas rasional dari kenyataan. Misalnya: apa artinya hal yang ada (being)?; apakah sifat dasar dari hal yang ada?; bagaimana menggolongkan dari hal ada?. Sedangkan Kosmologi membahas tentang hakekat alam semesta sebagai suatu system yang teratur. la mempersoalkan, apakah ruang itu?; apakah waktu itu?; apakah jenis tata-tertib yang ada dalam alam semesta?; dan lain-lain. Antropologi membahas tentang hakekat manusia yang mempunyai kemanusiaannya. la mempersoalkan, apakah manusia itu sebenarnya?; apakah hubungan satu dengan yang lain (jiwa dengan badan, manusia dengan binatang)?; apa sifat pendorong yang ain? d
Tidak ada komentar:
Posting Komentar