Halaman

Kamis, 09 Maret 2023

Filsafat Kontinental: Kantianisme dan Idealisme Jerman

Filsafat Kontinental adalah salah satu tradisi filsafat terpenting dalam sejarah Barat, yang berpusat di Eropa daratan, khususnya Jerman dan Prancis. Dalam tradisi ini terdapat aliran pemikiran yang berbeda, salah satunya adalah Kantianisme dan Idealisme Jerman.

Kantianisme didasarkan pada pemikiran Immanuel Kant (1724-1804), seorang filsuf Jerman yang sangat berpengaruh pada abad ke-18. Kant berpendapat bahwa pengetahuan kita tentang dunia tidak hanya didasarkan pada pengalaman sensoris, melainkan juga pada struktur bawaan akal manusia yang disebut kategori. Kategori ini mencakup konsep seperti ruang, waktu, sebab-akibat, dan lain sebagainya, yang membentuk cara kita memahami dunia. Kant juga mengembangkan etika kantian yang menekankan pentingnya moralitas dalam perilaku manusia, serta estetika kantian yang menekankan pentingnya keindahan dalam seni.

Idealisme Jerman, di sisi lain, adalah aliran pemikiran yang berkembang pada abad ke-18 dan ke-19, yang menekankan pentingnya pikiran dan ide dalam membentuk realitas. Filsuf-filsuf terkenal dalam aliran ini termasuk Johann Gottlieb Fichte (1762-1814), Friedrich Wilhelm Joseph Schelling (1775-1854), dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770-1831). Mereka berpendapat bahwa dunia nyata sebenarnya hanya bisa dipahami melalui pemikiran dan ide, dan bahwa realitas itu sendiri adalah produk dari pikiran manusia. Selain itu, aliran ini juga menekankan pentingnya kesatuan antara subjek dan objek, di mana manusia sebagai subjek dan dunia sebagai objek saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.

Kantianisme dan Idealisme Jerman memberikan kontribusi besar dalam perkembangan filsafat kontinental. Pemikiran Kant yang menekankan pentingnya kategori dalam memahami dunia, dan etika kantian yang menekankan pentingnya moralitas dalam perilaku manusia, memengaruhi banyak filsuf dan aliran pemikiran dalam tradisi kontinental. Sementara itu, Idealisme Jerman memberikan pemahaman baru tentang realitas dan keberadaan, serta memberikan landasan bagi pemikiran-pemikiran dalam estetika, politik, dan filsafat agama.

Meskipun Kantianisme dan Idealisme Jerman memiliki perbedaan dalam beberapa hal, namun keduanya memberikan kontribusi penting dalam perkembangan filsafat kontinental.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar