DEFINISI
Epistemologi berasal dari kata Yunani episteme, yang berarti
pengetahuan. Secara umum epistemology adalah cabang
filsafat yang membahas tentang hakekat pengetahuan
manusia, yaitu tentang sumber, watak, dan kebenaran
pengetahuan. Persoalan-persoalan pokok dalam epistemology
antara lain: (a) Apakah sumber-sumber pengetahuan?. Dari
mana pengetahuan yang benar datang. (b)Apakah watak dari
pengetahuan?. Adakah dunia yang real diluar akal, dan kalau
ada, dapatkah kita mengetahui?. (c). Apakah pengetahuan kita
itu benar (Valid)?. Bagaimana membedakan kebenaran dan
kekeliruan?
ALIRAN EPISTEMOLOGI
1. RASIONALISME
Aliran Rasionalisme berpendapat bahwa semua
pengetahuan bersumber pada akal atau rasio. Tokoh
yang menonjol dalam aliran ini adalah Rene
Descartes. la mengatakan “hanya rasio sajalah yang
dapat membawa orang kepada kebenaran. Rasio
pulalah yang dapat memberi pimpinan dalam segala
jalan pikiranâ€. Adapun yang benar itu hanya tindakan
budi yang diterangi oleh terang benderang (innate
ideas = ide bawaan) yang dibawa sejak lahir sebagai
pemberian dari Tuhan.
. EMPIRISME
Aliran ini berpendirian bahwa semua
pengetahuan manusia diperoleh melalui
pengalaman indra. Indra memperoleh
pengalaman dari alam impiris. Selanjutnya
pengalaman (kesan-kesan) tersebut terkumpul
dalam diri manusia sehinga menjadi pengalaman.
Tokohnya: John Locke, David Hume, dll.
Suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa obyek-oby
yang kita serap lewat indra adalah nyata dalam diri obyek |
tersebut. Obyek-obyek tersebut tidak tergantung pada
subyek yang mengetahui atau tidak tergantung pada pikil
subyek. Pikiran dan dunia luar saling berinteraksi, tetapi
interaksi tersebut mempengaruhi sifat dasar dunia tersebut.
Dunia telah ada sebelum pikiran menyadari, serta akan tetap
Va ada setelah pikiran berhenti menyadari. Tokohnya adalah:
Aristoteles, yang berpendapat bahwa ‘realitas berada dalam
benda-benda kongkrit atau dalam proses-proses
3. REALISME
Suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa obyek-obyek
yang kita serap lewat indra adalah nyata dalam diri obyek
tersebut. Obyek-obyek tersebut tidak tergantung pada
subyek yang mengetahui atau tidak tergantung pada pikiran
subyek. Pikiran dan dunia luar saling berinteraksi, tetapi
interaksi tersebut mempengaruhi sifat dasar dunia tersebut.
Dunia telah ada sebelum pikiran menyadari, serta akan tetap
ada setelah pikiran berhenti menyadari. Tokohnya adalah:
Aristoteles, yang berpendapat bahwa ‘realitas berada dalam
benda-benda kongkrit atau dalam proses-proses
4. KRITISISME
Menyatakan bahwa akal menerima bahan-bahan
pengetahuan dari empiris (yang meliputi indra dan
pengetahuan). Kemudian akal menempatkan,
mengatur, dan menertibkan dalam bentuk-bentuk
pengamatan yakni ruang dan waktu. Pengamatan
merupakan permulaan pengetahuan, sedangkan
pengolahan akal merupakan pembentukannya.
Tokohnya adalah Imanuel Kant.
7. PRAGMATIS
Aliran ini mempersoalakan tentang hakikat
pengetahuan, namun mempertanyakan tentang
pengetahuan dengan manfaat atau guna dari
pengetahuan tersebut. Dengan lain perkataan kebenaran
pengetahuan hendaklah dikaitkan dengan manfaat dan
sebagai sarana bagi suatu perbuatan. Tokohnya adalah:
C.S. Pierce, William James, John Dewey, dll.